16 Mei 2016

Siaran Pers: Memahami Geert Wilders, Donald Trump

Kekekalan Laten Fasisme
Kekekalan Laten Fasisme
Tangerang Selatan––16 Mei 2016––Judul terbaru yang keluar dari penerbit Pionir Books adalah Kekekalan Laten Fasisme (KLF), edisi bahasa Indonesia esai karya filsuf Belanda Rob Riemen yang berjudul asli De eeuwige terugkeer van het fascisme.

Kekekalan Laten Fasisme
Judul asli: De eeuwige terugkeer van het fascisme
Pengarang: Rob Riemen
Harga: Rp 55.000
Tebal: 64 hlm
ISBN: 978-979-15417-8-7

KLF membahas munculnya kembali fasisme di Belanda pada khususnya dan di Eropa pada umumnya. Di Belanda, kemunculan kembali fasisme diujungtombaki oleh politikus kanan-jauh Geert Wilders dan gerakannya Partai untuk Kebebasan (PVV), yang dalam bukunya Riemen sebut sebagai prototipe fasisme masa kini. Menurut Riemen, fasisme muncul bilamana nilai-nilai objektif atau mutlak digantikan dengan nilai-nilai subjektif atau nisbi, yang lantas menghasilkan suatu masyarakat-massa.

Masyarakat-massa lantas akan mengalami apa yang disebut nihilisme kala nilai-nilai spiritual digeser oleh suatu budaya kits yang kemudian menjalari masyarakat-massa tersebut. Apabila dipertemukan dengan krisis dan disuntik dengan dosis nasionalisme yang tinggi, keadaan tersebut akan berujung dengan fasisme. Singkat kata, fasisme adalah politisasi masyarakat-massa.

Dalil Riemen tersebut dapat dijadikan kerangka acuan untuk memahami mengapa pada saat arus migran dan pengungsi membanjiri Eropa––karena melarikan diri dari konflik, ketidakstabilan politik dan ekonomi, pelanggaran HAM, dan kemiskinan––politikus seperti Wilders menyerukan penyetopan 'invasi Islam'. Wilders yang baru-baru ini ditengarai akan menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik AS pada pertengahan tahun ini sebagai bentuk dukungannya kepada capres Donald Trump karena––mestinya––merasa sehaluan.

Walaupun pengarang berbicara dari sudut pandang Eropa, pertanyaan yang patut diajukan oleh kita, pembaca di Indonesia, adalah apakah masyarakat Indonesia sendiri merupakan suatu budaya kits dan, apabila memang betul demikian, apakah ia dapat dipolitikkan.

Riemen menyudahi bukunya dengan memberikan solusi terhadap fasisme: kita harus menemukan kembali kecintaan akan hidup dan ingin kembali mengabdikan hidup kepada hal ihwal yang sungguh-sungguh memberikan hidup––kebenaran, kebaikan, keindahan, persahabatan, istikamah, belas kasih, dan kearifan. Singkat kata, solusi dia adalah: hidupkan nilai-nilai universal.

KLF tersedia pada Toko Buku Gunung Agung cabang:
  • Jakarta Pusat (Atrium, Kwitang 06, Kwitang 38)
  • Jakarta Barat (Trisakti)
  • Jakarta Timur (Arion, Kramat Jati, Pondok Gede, Tamini Square)
  • Jakarta Selatan (Blok M Plaza, Senayan City)
  • Tangerang Selatan (BSD)
  • Tangerang (Tangcity Mall)
  • Bandung (BIP)
  • Bekasi (Bekasi CyberPark)
  • Depok (Margo City)
  • Semarang (Citraland Semarang, Paragon Mall)
  • Surabaya (Galaxy Surabaya, Surabaya Delta)
  • Denpasar (LIBBI Denpasar)
###

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Laurens Sipahelut
info[at]pionirbooks[dot]co[dot]id
Tel.: (021) 7486 3255

Tidak ada komentar:

Posting Komentar